Komitmen kami adalah memproduksi alat/ mesin dari bahan baku kualitas terbaik serta memberikan garansi dan layanan purna jual

Teknologi Pengolahan Tingkatkan Daya Saing Pertanian

Teknologi Pengolahan Tingkatkan Daya Saing Pertanian

29 April 2013

Metrotvnews.com, Jakarta: Penggunaan teknologi dalam mengolah hasil-hasil pertanian diyakini dapat meningkatkan daya saing.


Kementerian Pertanian pun mendorong penggunaan teknologi untuk hilirisasai dalam meningkatkan daya saing dan nilai tambah produk pertanian.

Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan menuturkan, volume produksi pertanian Indonesia nomor satu di Asean. Namun, Indonesia belum merajai kualitas produk pertanian.

"Secara produksi dalam bentuk tonase kita nomor satu di Asean. Apakah itu cukup hanya fokus pada volume? Kita selama ini hanya fokus pada meningkatkan sebesar-besarnya produksi pertanian tapi kita lupa bagaimana meningkatkan kualitas. Kita belum merajai kualitas," kata Rusman, di Jkarta, Rabu (24/4).

Untuk itu, lanjut Rusman, diperlukan teknologi dalam hilirisasi produk hasil pertanian untuk meningkatkan kualitas dan nilai tambah.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi dan Agroindustri Listyani Wijayanti mengatakan, pihaknya telah mengenalkan teknologi kepada petani melalui unit-unit pelaksana teknis.

Wakil Ketua Komite Tetap Industri Derivatif Pertanian Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Suharyo Husein mendorong teknologi diterapkan di hilirisasi. Dia bercerita, pihaknya telah menerapkan teknologi dalam hilirisasi di Sumedang, Jawa Barat, dengan mengubah singkong menjadi tepung tapioka.

"Ke depan yang akan kami lakukan adalah hilirisasi sawit," tukasnya.

Penerapan teknologi dalam mengolah hasil pertanian memang membutuhkan biaya yang cukup besar untuk membeli alatnya. Pemerintah pun melakukan dukungan dengan dikeluarkannya kebijakan kredit perbankan.


Direktur Eksekutif Departemen Kredit BPR dan UMKM Bank Indonesia Zainal Abidin mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan kebijakan untuk mendukung pertanian.

"Kebijakannya adalah soal ketentuan kredit yang harus disalurkan ke UMKM pertanian. Perbankan harus menyalurkan kreditnya sebanyak 20% kepada sektor pertanian. Kalau tidak menyalurkan, ada sanksi terkena denda yang jumlahnya bisa miliaran hingga ratusan miliar," tandas Zaenal pada kesempatan yang sama. (Bunga Pertiwi Adek Putri)


Editor: Asnawi Khaddaf