Komitmen kami adalah memproduksi alat/ mesin dari bahan baku kualitas terbaik serta memberikan garansi dan layanan purna jual

Pemerintah Bangun 100 Waduk Kecil Di Daerah Tandus

Pemerintah Bangun 100 Waduk Kecil Di Daerah Tandus

05 April 2013

TEMPO.CO, Bojonegoro - Mendekati musim hujan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berencana membangun 100 embung atau waduk-waduk kecil di daerah-daerah tandus di Bojonegoro bagian selatan. Pembangunan embung itu untuk menjaga pasokan air dan mendukung peningkatan produksi padi.



Saat ini, di Kabupaten Bojonegoro terdapat sekitar 100 embung, yang tersebar di 28 kecamatan di kabupaten ini. Jika pembangunan 100 embung terealisasi, secara keseluruhan, akan ada 200 embung yang diproyeksikan untuk mendukung ketersediaan air di kawasan kering. Terutama, di kecamatan yang tidak dilalui Sungai Bengawan Solo, di Bojonegoro bagian selatan dan barat laut. Seperti, di Kecamatan Gondang, Sukosewu, Sekar, Ngambon, Tambakrejo, Kedungadem, Sugihwaras, Kedewan, Ngasem, dan sebagian Kecamatan Dander.



Dinas Pengairan Bojonegoro menyatakan proyek pembuatan 100 embung ini sudah diusulkan untuk tahun 2013 mendatang. Nantinya, dari total 28 kecamatan, akan dipilih beberapa kelurahan/desa yang kerap mengalami kekeringan pada waktu musim hujan datang.



Menurut Kepala Dinas Pengairan Bojonegoro Zainal, program pembangunan embung memang tengah digalakkan. Dijadwalkan pembangunan akan dimulai awal tahun 2013. Pihaknya kini masih mengevaluasi 28 kecamatan di Bojonegoro yang kerap rawan kekeringan. ”Kami tengah mengevaluasi,” kata dia kepada Tempo, Kamis, 22 November 2012.



Di Bojonegoro bagian selatan memang masih terdapat Bendungan Pacal, Kecamatan Temayang. Namun bendungan hibah dari Ratu Wilhelmina yang dibangun tahun 1933 ini sudah tua dan penuh lumpur. Padahal, dulu kapasitas bendungan bisa menampung sekitar 40 juta meter kubik. Sekarang hanya sekitar 23 juta meter kubik. Akibatnya, jika musim kemarau datang, air di bendungan kerap habis.



Untuk mengatasi kekeringan itu, di beberapa desa di Bojonegoro bagian selatan, juga dibangun embung. Diproyeksikan, nanti di satu kecamatan akan terdapat minimal tiga embung. Jumlah yang sudah ada, yaitu 100 embung, tinggal ditambah berikut dipilih lokasinya.



Pemerintah Bojonegoro, dalam satu tahun terakhir juga telah membuat proyek percontohan embung yang memanfaatkan teknologi geomembrane. Lokasinya dibangun di Dusun Sumber Wungu, Desa Kepoh Kidul, Kecamatan Kedungadem. Proyek ini juga tak memakan banyak biaya dengan rata-rata Rp 100 juta, dengan ukuran tanah sekitar 40 x 50 meter.



Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bojonegoro Kasiyanto mengatakan pembangunan embung di desa-desa di Bojonegoro harus tepat sasaran. Terutama di daerah yang kerap mengalami kekeringan serta rawan pangan. Daerah tersebut, sebagian besar yang tidak dilewati Sungai Bengawan Solo. “Lokasinya masih banyak,” kata dia.



Dia menyebut, tiap tahun, terutama musim kemarau, ada sekitar enam unit truk tangki yang menyuplai air ke 120 desa/kelurahan di Bojonegoro.